Friday, February 28, 2014

Wish

Pertemukan kami di kehidupan abadi nanti ya Tuhan. Mama, Papa, Yana, Yani, Yoga. Amin.
*hardwish*

Friday, February 21, 2014

Forgiveness

Maafin diri sendiri itu sepertinya lebih susah dibandingin maafin orang lain ya???
Saya sedang amat sangat ngrasain itu...
Saya tau dan sangat menyadari saya sudah melakukan kesalahan. Dan sekarang yang terpikirkan adalah "seharusnya dulu saya begini.." "seharusnya saya dulu begitu.." dan beribu2 pertanyaan ttg "bagaimana seandainya".
Tapi saat ini saya bisa apa? Saya tak punya alat mesin waktu, saya tak punya pintu doraemon dan benda-benda lainnya yang bisa mengulang waktu, kembali ke masa saya belum melakukan kesalahan.

Yang bisa saya lakukan sekarang hanya berhenti. Berhenti menyesali, berhenti menginginkan untuk mengulang waktu, berhenti menyalahkan. Berhenti menyalahkan org lain dan juga berhenti menyalahkan saya sendiri.

Manusia itu hakikatnya gak luput dari yang namanya kesalahan. Memang, setuju deh dengan pernyataan tersebut.
Tapi apakah kesalahan itu lantas membuat kamu berhenti? Seharusnya tidak.
Kamu masih punya pilihan untuk terus melanjutkan hidup kamu, dan lakukan yang terbaik. Belajar dan tumbuh dewasa lah dari kesalahan mu itu. Jangan pernah untuk masuk ke lubang kesalahan yang sama.

Berdamailah dengan dirimu sendiri. Lihatlah, ia amat memohon maaf darimu. Jangan menghukum masa depanmu dengan masa lalumu. Jangan berhenti disana, dan teruslah mencari kebahagiaan itu didepan sana.

Yayaya..semoga bisa..semoga bisa..semoga bisa...

Wednesday, February 19, 2014

Love you

Dua orang ini, dua orang yang sangat saya cintai melebihi hidup saya. Dua orang yang sampai sekarang belum bisa saya bahagiakan. Mama dan Papa. Keriput dikulitnya, kelelahan dimatanya, beban yang mungkin dipikulnya tertutupi oleh keikhlasan, kesabaran, doa serta tekad untuk mendampingi & membesarkan anak-anaknya dengan baik supaya menjadi lebih sukses dalam hal apapun didunia ini dan diakhirat nanti.

Mungkin wajah kami jarang bertatapan langsung. Kita jarang bersentuhan langsung. Tapi apapun yang mereka katakan, yang mereka lakukan, terasa dihati ini.

Mama dan papa, adalah orang yang paling sensitif kalau sudah denger kabar tentang anak-anaknya. Terlebih jika itu kabar yang kurang mengenakkan. Bagaimanapun caranya, mereka maju membantu dan mendampingi untuk  menyelesaikan apapun masalah yang dihadapi anak-anaknya. Dan sebaliknya, jika mereka punya masalah, mereka tak ingin masalah mereka itu menjadi beban buat anak-anaknya.
Apapun yang anak-anaknya butuhkan, selalu berusaha untuk mereka penuhi, walau mungkin terkadang sulit bagi mereka. Tapi mereka lakukan yang terbaik untuk keluarganya.

Mereka hebat, mereka kuat, mereka adalah panutan saya.

Mama, ibu rumah tangga biasa, yang amat sangat mencintai keluarganya. Tak pernah sekalipun mengeluh lelah meski pekerjaannya tanpa gaji, day-off, overtime, bonus atau apapun penghargaan berupa materi. Tak se rupiah pun. Cinta dihatinya yang menggerakkan dia merawat dan menjaga keluarganya dari gangguan manapun.

Pernah dulu waktu SD, saat seorang guru memarahi saya tanpa alasan, dan membuat saya pulang sambil menangis terisak-isak. Keesokannya mama mendatangi guru itu disekolah, dan berargumen hebat dengan guru tersebut yang akhirnya guru itu meminta maaf kepada mama. She's a superhero, rite?? At least for me, she's absolutely a wonder woman.

Dan masih banyak lagi hal yang terjadi selama ini yang membuat saya menjadi penggemar nomor 1 nya. Seorang yang tidak munafik, tidak membenci dan sangat terbuka dengan keluarganya.

Papa, tulang punggung keluarga ini yang bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Orang paling sabar yang pernah saya kenal. Sangat bijaksana dan sangat berwibawa. Meski sudah pensiun, beliau tetap harus bekerja agar keluarganya tetap bisa makan. Papa hanya seorang karyawan biasa disebuah perusahaan di Kalimantan sana. Gaji yang tidak besar dan hidup dengan fasilitas seadanya disana, tapi insyaAllah selalu bersyukur atas apa yang kami punya.

Sangat ingin rasanya agar mereka dapat menikmati hari tua mereka dirumah, berkumpul bersama, tanpa beban lagi, tanpa harus memikirkan kami lagi, anak-anaknya ini. Karena mereka sudah melakukan itu lebih dari separuh usia mereka.
Tapi saya sampai sekarang belum bisa bikin mereka bahagia dan masih jadi beban pikiran mereka.

Jika ada penghargaan tertinggi didunia ini, maka penghargaan itu akan saya berikan pada Orang Tua saya.

Love you more than my life, Mama n Papa.

Regards,
Yana, Yani, Yoga
Kiss-Hug <3

Tuesday, February 18, 2014

#ceritapagi

Jika harus mengulang....Aku ingin kembali ke tahun 2010 dan mulai memperbaikinya dari sana.
Karena jika seandainya disana aku memperhatikan sekitar ku dengan baik, mungkin sekarang jalan ceritanya udah beda.
Aku terlalu sombong...aku terlalu percaya diri. Menganggap semuanya sudah dibawah kendaliku.
Yang sesungguhnya terjadi sebenarnya adalah aku dikendalikan oleh ego. Ego yang memuncak, mengabaikan kebaikan-kebaikan yang tersirat.
Tapi penyesalan itu terjadi sekarang. Dan tau kapan datang nya penyesalan???Ya..karena sekarang aku sudah berada diujung cerita tragis. Cerita menyesakkan. Sampai dada ini ingin meledak.

Tak apa...ini hidup. Sakit adalah salah satu yang wajib dirasakan bukan??? Karena aku bukan batu. Karena aku bukan robot. Didalam sini ada hati yang merasa.
Dan sekarang pilihannya adalah aku harus tetap menjalani hidup. Sepahit apapun itu. Menggantungkan semuanya pada Allah Tuhan YME. Mempercayakan apapun yang diberikanNya adalah yang terbaik. Berprasangka baik atas setiap keputusanNya.

Tak harus mengulang. Tak harus menyesal. Yang penting adalah menyadari, dan mencoba memperbaiki semuanya.




Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...