Wednesday, February 19, 2014

Love you

Dua orang ini, dua orang yang sangat saya cintai melebihi hidup saya. Dua orang yang sampai sekarang belum bisa saya bahagiakan. Mama dan Papa. Keriput dikulitnya, kelelahan dimatanya, beban yang mungkin dipikulnya tertutupi oleh keikhlasan, kesabaran, doa serta tekad untuk mendampingi & membesarkan anak-anaknya dengan baik supaya menjadi lebih sukses dalam hal apapun didunia ini dan diakhirat nanti.

Mungkin wajah kami jarang bertatapan langsung. Kita jarang bersentuhan langsung. Tapi apapun yang mereka katakan, yang mereka lakukan, terasa dihati ini.

Mama dan papa, adalah orang yang paling sensitif kalau sudah denger kabar tentang anak-anaknya. Terlebih jika itu kabar yang kurang mengenakkan. Bagaimanapun caranya, mereka maju membantu dan mendampingi untuk  menyelesaikan apapun masalah yang dihadapi anak-anaknya. Dan sebaliknya, jika mereka punya masalah, mereka tak ingin masalah mereka itu menjadi beban buat anak-anaknya.
Apapun yang anak-anaknya butuhkan, selalu berusaha untuk mereka penuhi, walau mungkin terkadang sulit bagi mereka. Tapi mereka lakukan yang terbaik untuk keluarganya.

Mereka hebat, mereka kuat, mereka adalah panutan saya.

Mama, ibu rumah tangga biasa, yang amat sangat mencintai keluarganya. Tak pernah sekalipun mengeluh lelah meski pekerjaannya tanpa gaji, day-off, overtime, bonus atau apapun penghargaan berupa materi. Tak se rupiah pun. Cinta dihatinya yang menggerakkan dia merawat dan menjaga keluarganya dari gangguan manapun.

Pernah dulu waktu SD, saat seorang guru memarahi saya tanpa alasan, dan membuat saya pulang sambil menangis terisak-isak. Keesokannya mama mendatangi guru itu disekolah, dan berargumen hebat dengan guru tersebut yang akhirnya guru itu meminta maaf kepada mama. She's a superhero, rite?? At least for me, she's absolutely a wonder woman.

Dan masih banyak lagi hal yang terjadi selama ini yang membuat saya menjadi penggemar nomor 1 nya. Seorang yang tidak munafik, tidak membenci dan sangat terbuka dengan keluarganya.

Papa, tulang punggung keluarga ini yang bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Orang paling sabar yang pernah saya kenal. Sangat bijaksana dan sangat berwibawa. Meski sudah pensiun, beliau tetap harus bekerja agar keluarganya tetap bisa makan. Papa hanya seorang karyawan biasa disebuah perusahaan di Kalimantan sana. Gaji yang tidak besar dan hidup dengan fasilitas seadanya disana, tapi insyaAllah selalu bersyukur atas apa yang kami punya.

Sangat ingin rasanya agar mereka dapat menikmati hari tua mereka dirumah, berkumpul bersama, tanpa beban lagi, tanpa harus memikirkan kami lagi, anak-anaknya ini. Karena mereka sudah melakukan itu lebih dari separuh usia mereka.
Tapi saya sampai sekarang belum bisa bikin mereka bahagia dan masih jadi beban pikiran mereka.

Jika ada penghargaan tertinggi didunia ini, maka penghargaan itu akan saya berikan pada Orang Tua saya.

Love you more than my life, Mama n Papa.

Regards,
Yana, Yani, Yoga
Kiss-Hug <3

No comments:

Post a Comment

Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...