Jika ketakutan itu terus saja mencekik lehermu...lalu siapa dan untuk apa kah diriku??? Kenapa kau dulu bersyukur bisa memulainya dengan ku...Dan sekarang mulai menyesalinya serta menginginkan kepergianku??
Ya...mungkin karena Aku bukan lah siapa2.. Mungkin.
Karena Aku memang tak pernah tau apa-apa. Tentang kamu dan apa yang ada dalam pikiranmu.
Friday, April 11, 2014
Ini hanyalah jumat biasa dengan pertanyaan biasa yang mungkin tak akan pernah terjawab. Diam.
Wednesday, April 2, 2014
Sayap Sayap Rapuh
Aku dulunya hanyalah wanita biasa yang bahagia dengan hidupnya, meski pada kenyataannya banyak kepahitan yang mesti ditelan.
Sampai pada suatu saat, kamu datang memberikan dua kepak sayap. Tampak tangguh, hebat, kuat, lebar, anggun. Sayap yang mungkin akan membuat banyak wanita-wanita lain merasa iri.
Awalnya itu hanyalah sayap sayap yang indah. Hingga pada suatu waktu, kukepakkan sayap itu. Membuat aku terbang tinggi.. semakin tinggi.. Dan semakin tinggi. Aku bisa melihat keindahan dunia, keelokan bumi, keanggunan cinta. Kita terbang berdua, bersama dan aku terhanyut dengan itu semua. Hingga tanpa aku sadari, kamu mengepakkan sayapmu tidak bersamaku lagi. Aku berusaha mencarimu, tapi yang terlihat hanya bayangmu. Tanpa aku pernah bisa menemukan kamu lagi.
Kuteruskan mengepakkan sayap sayap yang kau beri ini, karena aku tak pernah tau caranya turun kembali. Pilihannya hanyalah tetap terbang sendiri atau turun terjun kemudian mati. Dan aku memilih untuk tetap terbang sendiri sambil belajar bagaimana caranya kembali.
Sedikit demi sedikit mulai kulepaskan sayap-sayap ini, hingga aku akhirnya terbang rendah, semakin rendah dan semakin rendah. Hingga saatnya nanti aku mendarat dan berpijak dengan tanah di bumi, aku tetap hidup dan terlepas dari sayap-sayap yang membelenggu ini. Yaaa..mimpi dan janji yang pernah kau beri ini. Semu.
Am I a Monster?
After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...
-
Pertemukan kami di kehidupan abadi nanti ya Tuhan. Mama, Papa, Yana, Yani, Yoga. Amin. *hardwish*
-
Dua Puluh Sembilan itu Aku.. Dua Puluh Sembilan itu Kamu... Dua Puluh Sembilan itu Kita.... <3
-
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sin...