Aku dulunya hanyalah wanita biasa yang bahagia dengan hidupnya, meski pada kenyataannya banyak kepahitan yang mesti ditelan.
Sampai pada suatu saat, kamu datang memberikan dua kepak sayap. Tampak tangguh, hebat, kuat, lebar, anggun. Sayap yang mungkin akan membuat banyak wanita-wanita lain merasa iri.
Awalnya itu hanyalah sayap sayap yang indah. Hingga pada suatu waktu, kukepakkan sayap itu. Membuat aku terbang tinggi.. semakin tinggi.. Dan semakin tinggi. Aku bisa melihat keindahan dunia, keelokan bumi, keanggunan cinta. Kita terbang berdua, bersama dan aku terhanyut dengan itu semua. Hingga tanpa aku sadari, kamu mengepakkan sayapmu tidak bersamaku lagi. Aku berusaha mencarimu, tapi yang terlihat hanya bayangmu. Tanpa aku pernah bisa menemukan kamu lagi.
Kuteruskan mengepakkan sayap sayap yang kau beri ini, karena aku tak pernah tau caranya turun kembali. Pilihannya hanyalah tetap terbang sendiri atau turun terjun kemudian mati. Dan aku memilih untuk tetap terbang sendiri sambil belajar bagaimana caranya kembali.
Sedikit demi sedikit mulai kulepaskan sayap-sayap ini, hingga aku akhirnya terbang rendah, semakin rendah dan semakin rendah. Hingga saatnya nanti aku mendarat dan berpijak dengan tanah di bumi, aku tetap hidup dan terlepas dari sayap-sayap yang membelenggu ini. Yaaa..mimpi dan janji yang pernah kau beri ini. Semu.
No comments:
Post a Comment