Sunday, November 22, 2015

Jarum di Jam Dinding

Menggilaimu..
Dalam dimensi ruang yang berbeda
Mencintaimu..
Dengan segenap rasa dalam jiwa
Merindukanmu..
Selayaknya kagumku pada semburat senja

Panjang dan terbentang..
Jalan menuju bahtera
Hanya saja kita menetap dan tidak berpindah..
Kita yang tidak pernah memutar arah
Meski jalan yang kita lalui tidak mudah

Lewat hujan kutitipkan nada rinduku
Berharap kelak mengalir kehatimu
Lewat gemuruh kunyanyikan sebuah lagu
Lagu cinta milik kita berdua..

Kelak kau akan tau
Bahwa jarum detik di jam dinding
Pernah mengajakku berbincang dan berkata..
"Meski terkadang terabaikan, aku tak akan pernah berjalan mundur"

Kasih, yakinlah...bahwa sesungguhnya akupun juga begitu
Seperti jarum detik di jam dinding 🕑🕘

No comments:

Post a Comment

Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...