29 April 2013.
Dia datang kedalam hidupku.
Sebagai atasanku.
Begitulah takdir mempertemukan kami.
Jika menceritakan sosoknya, kesan pertama adalah dia adalah orang yang sangat berwibawa. Style orang Batak sangat melekat dalam cara berbicaranya. Seiring berjalannya waktu, aku mengenalnya sebagai atasan yang sangat kharismatik, bertanggung jawab, sangat melindungi semua anggotanya, dan juga supel. Sifat sifat nya tersebut mampu menumbuhkan rasa kagum ku padanya. Awalnya, aku menganggap hal itu biasa, karena teman2ku yang lain juga mengakui bahwa dia atasan yang sangat baik dan berbeda dengan atasan lain yang pernah kami temui sebelumnya. Sebulan, dua bulan, kami saling mengenal. Hubungan kami tidak lebih dari hubungan profesional dalam pekerjaan. Tapi semakin aku mengenal dia, aku semakin menyadari kalau dia adalah orang yang sangat menarik.
Dibulan ke 4, libur lebaran tahun 2013, kami dan beberapa teman yang lain berkesempatan untuk liburan ke sebuah pulau indah di daerah Kalimantan Timur. Dari perjalanan ini kami pun semakin dekat, dan aku merasakan bahwa ada klik dan kecocokan antara kami berdua diluar pekerjaan. Aku nyaman bersama dia, komunikasi kami "nyambung" dan banyak hal yang membuat perasaan lain muncul. Aku mulai menyukai sosok nya.
Waktu itu aku mengabaikan perasaan ini, karena toh dia atasanku. Tak pernah muncul dipikiran ku untuk memiliki hubungan spesial dengan atasanku. "Toh aku ini siapa?" "Mana mungkin kan? Ini bukan cerita sinetron". Pertanyaan pertanyaan inilah yang aku tanyakan pada diriku sendiri untuk menghentikan perasaan itu tumbuh subur.
Sepulang dari liburan itu, kami kembali melanjutkan aktivitas kami dikantor seperti biasa. Sehari sebelum aku berangkat cuti, aku lembur dan dia seperti sengaja tidak pulang untuk menemani aku lembur dikantor. Ketika aku ijin pulang, dia menawarkan untuk mengantarkanku ke kosan. Malam itu aku diantar pulang naik motor. Aku merasa itu adalah perjalanan pulang paling menyenangkan dalam hidupku.
Sepulang dari aku cuti, kami lebih intens lagi berkomunikasi. Dia menceritakan apa saja yang terjadi dikantor selama aku cuti. Semakin intens kami berkomunikasi, semakin sering kami berinteraksi, semakin banyak waktu kami habiskan bersama.
Hingga pada tanggal 29 Agustus 2013, dia ungkapkan perasaannya padaku. "Aku sayang kamu Yana" itu kata katanya yang kuingat. Entahlah, saat itu aku senang sekaligus bingung. Aku senang karena kenyataannya dia memiliki perasaan yang sama denganku, aku bingung karena 2 minggu setelah itu aku resign dan kami harus menjalani LDR. Yaaa LDR, sesuatu yang sebenarnya aku takut jalani. Hubungan yang benar benar mengandalkan kepercayaan dan komunikasi dengan harus menahan rindu. Waktu itu, aku sungguh tidak bisa membayangkan. Tapi dia bisa meyakinkan aku bahwa dia serius untuk menjalin hubungan denganku.
Yaa hubungan itu bertahan hingga kini. Setelah 5 tahun menjalani ini dengannya, perasaan kami semakin kuat, kami tetap saling menyayangi. Segala hal yang sudah kami lewati sampai detik ini sungguh bukan perjalanan yang mudah jujur saja. Banyak sekali ujian yang seringkali memunculkan perasaan ingin menyerah saja. Tapi pada akhirnya kami tidak pernah mundur, kami bertahan.
Malam ini, 12 September 2018 dini hari, apakah ia tau bahwa aku merindukannya sebegitu dalam
Hingga malam ini terasa begitu panjang
Mengingat semua hal yang sudah kami lewati, yang sudah kami perjuangkan.
Saat ini, aku sungguh ingin bertemu dengannya, untuk saling menguatkan, untuk sekedar memeluk hangat tubuhnya.
Yaaa rindu ini datang lagi.
No comments:
Post a Comment