Sunday, December 14, 2014
The best links I've ever found
Friday, December 5, 2014
Satu Malam Panjang
Dia : "Hayooo...mana semangat yang dulu sering aku lihat. Yana yang aku kenal tidak pernah putus asa, selalu punya semangat...ya kan? Love you sayang."
Aku : "Love you", sambil sesenggukan.
D : "Miracle nya mana?"
A : ... (masih sesenggukan)
D : "Kita itu Light of Miracle kan?? Miracle seperti yang sering kamu sebutkan. Nurul dan Marvell, Cahaya dan Keajaiban. Sayang tau ga, M dan N itu ada di tengah tengah alphabet lho. Abjad ke 13 dan ke 14", kemudian terdengar suara dia tertawa kecil yang kemudian membuat aku merindukan senyumannya. Senyuman yang menenangkan itu. "Love You Nurul".
A : "Love You.... Marvell", aku menjawab sambil masih sesenggukan.
D : "Yaudah, sayang istirahat ya. Tidur yang nyenyak. Jangan lupa cuci muka, gak boleh langsung tidur kalau habis nangis. Good night sayang"
A : " Good night"
D : "Bye..."
A : "Bye".
Jam dinding menunjukkan pukul 10 pm. Aku yang tidak bisa menghentikan air mata kemudian semakin merindukan dia yang diseberang lautan, seberang pulau sana. Rindu serindu rindu nya orang yang sedang merindu. Ya,. percakapan malam ini cukup berat. Dua jam yang mungkin tidak terlalu menyenangkan. Tapi aku semakin merindukan sosok nya.
Kuputuskan untuk mendengarkan lagu lagu yang pernah dikirimkannya untukku. Membuat ku kembali ke masa masa itu. Mengingat semua yang telah kami lalui berdua, walau tak banyak waktu yang kami lalui bersama. Membuatku sadar bahwa dia benar menyayangiku.
Hingga aku terhenti pada satu lagu yang ia kirim tanggal 24 September 2013. Lagu yang kemudian aku dengarkan berulang ulang. Lagu yang dulu selalu ia dengarkan kepadaku sebelum aku tidur. Lagu yang pernah ia mainkan dengan gitar kebanggannya. Lagu yang membuat malam ini terasa sangat panjang. Lagu yang membuat aku terjaga hingga pukul 2 pagi. Lagu yang dulu terdengar indah sekali, namun malam ini terdengar jauh lebih indah hingga membuat aku teringat akan semua kebaikan kebaikannya. Lagu yang sepanjang malam tetap membuatku meneteskan air mata, merindukannya semakin dalam.
Kudengarkan alunan musik itu dengan volume seadanya, takut mengganggu waktu istirahat yang lainnya. Sayup sayup kudengarkan liriknya. Sayup sayup kurasakan perihnya merindu.
Sebuah lagu dari Don McLean "And I Love You So"
Wednesday, November 12, 2014
Most....
Aku tidak pernah peduli atas kebencian yang dihadirkan oleh orang orang yang tidak mengenal aku...
Ak juga tidak pernah peduli atas penilaian buruk dari orang orang yang tidak menginginkan aku bahagia...
Semua perasaan perasaan yang bermuara pada kebencian...sungguh aku tidak pernah peduli...bagaimanapun cara mereka memojokkan aku...
Yang selalu aku syukuri adalah adanya kalian didunia ini..ditakdirkan Tuhan menjadi bagian indah dalam hidupku...yang sangat mengenal aku sangat lama, sangat dalam, tanpa pernah sekalipun berbalik menghujamku...
Orang tua, kakak, adik, kekasih, sahabat, teman yang tidak pernah berubah...
Kalian kekuatan yang membuat aku yakin bahwa aku adalah orang paling beruntung didunia..
Yang membuatku lupa bahwa disana ada segelintir orang yang tidak ingin melihatku bahagia...
Sungguh, rasa syukur ini tiada terbatas...
Kalian akan selalu di hati ini...kalian adalah my number one, my best, my everything, my priority...
Aku suka pelukan kalian menenangkan aku saat ak merasa bahwa dunia menghentikan langkahku...
Ak suka saat kalian mendengar semua cerita ku, menghapus air mataku, menggenggam tanganku erat, kemudian berkata "tidak apa apa, hidupmu akan tetap baik baik saja"...
Monday, October 6, 2014
Terima Saja...
Hanya repost dari status seorang teman...
"Terima saja bahwa sebelum kamu, dia yang kamu cinta pernah mempertahankan dia yang lain hingga mati-matian.
Terima saja bahwa tubuh yang kamu peluk hingga tak ingin kamu lepaskan, pernah memeluk orang lain hingga tdk ingin di pisahkan.
Terima saja bahwa sebelum kita, pernah ada seseorang lain yang begitu penting.
Tapi..terima juga perjuangannya, bagaimana dia menjadikan kamu satu-satunya, yang bukan pertama tapi menjadi tempat pemberhentian terakhir, hingga tdk ada tempat lain. Kamu yg terakhir, kamu yg satu-satunya"
Thursday, October 2, 2014
Untitled
Ya...serindu itu aku dengan hadirnya dirimu.
Aku sakit dan aku diam saja..
Dan aku tak pernah tau kenapa dunia masih saja menghempaskanku dengan keras..
Sesak rasanya, ketika kamu ingin sekali menangis tapi kamu menahannya hanya untuk menunjukkan kalau kamu kuat..
Untuk apa semunafik ini??
Aku..sedari dulu sampai kapanpun tetap orang yang sama...
Kecil dan lemah...tak punya kuasa apapun untuk menantang dunia...
Dan orang orang yang selalu ingin menyakiti...
Diam...nikmati sakit ini...dan tersenyum...
Thursday, September 11, 2014
RAN "Dekat Di Hati"
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang ku bawa
Kemanapun ku pergi oh oh oh
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati Dekat di hati, dekat di hati
Monday, August 4, 2014
Daun yang jatuh dari ranting
Aku tidak menunggu apapun, kecuali takdir ku sendiri...
Aku tidak berharap pada siapapun, kecuali keyakinan ini
Aku tersadar kemudian menyimpulkan, kalau ini adalah titik itu.
Titik dimana aku hanya harus pasrah, tidak menuntut, tidak mengeluh, mengerti dan diam saja.
Aku tidak berangan-angan lagi, karena aku terlalu takut bermimpi.
Aku menikmati sakit ini, hanya agar aku tidak lupa rasanya bahagia.
Aku mencintai kesepian ini dan belajar berbincang dengan diri sendiri.
Hingga nanti, ketika takdir itu menghampiri, aku menyambutnya dengan segala kebaikan, dg segala keindahan, dengan segala keanggunan layaknya daun-daun yang jatuh dari ranting.
Am I a Monster?
After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...
-
Dua Puluh Sembilan itu Aku.. Dua Puluh Sembilan itu Kamu... Dua Puluh Sembilan itu Kita.... <3
-
Jika harus mengulang....Aku ingin kembali ke tahun 2010 dan mulai memperbaikinya dari sana. Karena jika seandainya disana aku memperhatikan...
-
Jika ketakutan itu terus saja mencekik lehermu...lalu siapa dan untuk apa kah diriku??? Kenapa kau dulu bersyukur bisa memulainya dengan ku....
