Monday, August 4, 2014

Daun yang jatuh dari ranting

Aku tidak menunggu apapun, kecuali takdir ku sendiri...
Aku tidak berharap pada siapapun, kecuali keyakinan ini
Aku tersadar kemudian menyimpulkan, kalau ini adalah titik itu.
Titik dimana aku hanya harus pasrah, tidak menuntut, tidak mengeluh, mengerti dan diam saja.

Aku tidak berangan-angan lagi, karena aku terlalu takut bermimpi.
Aku menikmati sakit ini, hanya agar aku tidak lupa rasanya bahagia.
Aku mencintai kesepian ini dan belajar berbincang dengan diri sendiri.

Hingga nanti, ketika takdir itu menghampiri, aku menyambutnya dengan segala kebaikan, dg segala keindahan, dengan segala keanggunan layaknya daun-daun yang jatuh dari ranting.

Sunday, July 20, 2014

Ya Aku...

Ya...aku akan begini saja. Menerimamu apa adanya, mempercayaimu sepenuhnya, menyayangimu seutuhnya.
Ya...aku takkan kemana-mana, tetap disini saja, menetap pada satu hati seorang pria.
Ya...aku memang dipandang sebelah mata, oleh semua orang yang tidak percaya, bahwa aku akan membuat kita menjadi nyata.
Ya...anggap saja aku gila, bermimpi tentang kita yang berbeda, menyatu dalam sebuah cerita, dan membuktikan pada mereka, jika kita bukanlah kemustahilan belaka.
Percaya...percayalah pada kekuatan cinta kita. Kita tidak akan kalah, jika kita menjaganya.

Sunday, July 6, 2014

Happy July 4th!!!

Happy birthday adikku sayang, Selamat bertambah umur, semoga banyak hal baik mengiringi bertambahnya usia kamu.
Maaf kakak gak bisa ngasih kamu kado...maaf ya dek.
Nanti klo kakak ada kesempatan, ada rejeki yg banyak, kakak mau kasih kamu kado yang gede ya. <3
Sekarang kakak cukup bahagia ngeliat kamu udah segede ini, tumbuh seperti ini.
Tetep jadi kebanggaannya keluarga y sayang.

:*

Wednesday, May 7, 2014

Pukul satu

Ini malam. Malam ini. Pukul 1 lebih enam menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014.
Terpikir oleh ku sesuatu. Yang mungkin tak ada yang memikirkan hal ini selain aku. Lagi lagi sendiri. Lagi lagi sepi.
Tak apa. Aku mulai bersahabat dengan sunyi. Ak mulai bercengkrama dengan diri sendiri. Cukup menyenangkan ternyata.

"kadang kita terlalu lelah untuk bertahan, namun terlalu cinta untuk melepaskan...."

Sudahlah. Jika berakhir maka berakhirlah ia. Tak ada satupun peristiwa yang tidak memberikan pelajaran. Jika itu mendewasakan kita, maka artinya kita telah berhasil belajar.

Dia yang disana. Yang sedang berlari dipikiran. Mungkin tak pernah menyadari. Tapi aku menyebut namanya dalam setiap lantunan doa.

Malam ini. Pukul satu lebih sembilan belas menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014. Dalam pikiran dan lamunan tentang dia.

Selamat malam :)

Friday, April 11, 2014

Ini hanyalah jumat biasa dengan pertanyaan biasa yang mungkin tak akan pernah terjawab. Diam.

Jika ketakutan itu terus saja mencekik lehermu...lalu siapa dan untuk apa kah diriku??? Kenapa kau dulu bersyukur bisa memulainya dengan ku...Dan sekarang mulai menyesalinya serta menginginkan kepergianku??
Ya...mungkin karena Aku bukan lah siapa2.. Mungkin.
Karena Aku memang tak pernah tau apa-apa. Tentang kamu dan apa yang ada dalam pikiranmu.

Wednesday, April 2, 2014

Sayap Sayap Rapuh

Aku dulunya hanyalah wanita biasa yang bahagia dengan hidupnya, meski pada kenyataannya banyak kepahitan yang mesti ditelan.
Sampai pada suatu saat, kamu datang memberikan dua kepak sayap. Tampak tangguh, hebat, kuat, lebar, anggun. Sayap yang mungkin akan membuat banyak wanita-wanita lain merasa iri.

Awalnya itu hanyalah sayap sayap yang indah. Hingga pada suatu waktu, kukepakkan sayap itu. Membuat aku terbang tinggi.. semakin tinggi.. Dan semakin tinggi. Aku bisa melihat keindahan dunia, keelokan bumi, keanggunan cinta. Kita terbang berdua, bersama dan aku terhanyut dengan itu semua. Hingga tanpa aku sadari, kamu mengepakkan sayapmu tidak bersamaku lagi. Aku berusaha mencarimu, tapi yang terlihat hanya bayangmu. Tanpa aku pernah bisa menemukan kamu lagi.

Kuteruskan mengepakkan sayap sayap yang kau beri ini, karena aku tak pernah tau caranya turun kembali. Pilihannya hanyalah tetap terbang sendiri atau turun terjun kemudian mati. Dan aku memilih untuk tetap terbang sendiri sambil belajar bagaimana caranya kembali.
Sedikit demi sedikit mulai kulepaskan sayap-sayap ini, hingga aku akhirnya terbang rendah, semakin rendah dan semakin rendah. Hingga saatnya nanti aku mendarat dan berpijak dengan tanah di bumi, aku tetap hidup dan terlepas dari sayap-sayap yang membelenggu ini. Yaaa..mimpi dan janji yang pernah kau beri ini. Semu.

Friday, February 28, 2014

Wish

Pertemukan kami di kehidupan abadi nanti ya Tuhan. Mama, Papa, Yana, Yani, Yoga. Amin.
*hardwish*

Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...