Monday, October 6, 2014

Terima Saja...



Hanya repost dari status seorang teman...



"Terima saja bahwa sebelum kamu, dia yang kamu cinta pernah mempertahankan dia yang lain hingga mati-matian.


Terima saja bahwa tubuh yang kamu peluk hingga tak ingin kamu lepaskan, pernah memeluk orang lain hingga tdk ingin di pisahkan.


Terima saja bahwa sebelum kita, pernah ada seseorang lain yang begitu penting.


Tapi..terima juga perjuangannya, bagaimana dia menjadikan kamu satu-satunya, yang bukan pertama tapi menjadi tempat pemberhentian terakhir, hingga tdk ada tempat lain. Kamu yg terakhir, kamu yg satu-satunya"

Thursday, October 2, 2014

Untitled

Menggenggam tanganmu adalah kebahagiaanku..
Ya...serindu itu aku dengan hadirnya dirimu.
Aku sakit dan aku diam saja..
Dan aku tak pernah tau kenapa dunia masih saja menghempaskanku dengan keras..
Sesak rasanya, ketika kamu ingin sekali menangis tapi kamu menahannya hanya untuk menunjukkan kalau kamu kuat..
Untuk apa semunafik ini??
Aku..sedari dulu sampai kapanpun tetap orang yang sama...
Kecil dan lemah...tak punya kuasa apapun untuk menantang dunia...
Dan orang orang yang selalu ingin menyakiti...
Diam...nikmati sakit ini...dan tersenyum...

Thursday, September 11, 2014

RAN "Dekat Di Hati"

Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang ku bawa
Kemanapun ku pergi oh oh oh

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati Dekat di hati, dekat di hati

Monday, August 4, 2014

Daun yang jatuh dari ranting

Aku tidak menunggu apapun, kecuali takdir ku sendiri...
Aku tidak berharap pada siapapun, kecuali keyakinan ini
Aku tersadar kemudian menyimpulkan, kalau ini adalah titik itu.
Titik dimana aku hanya harus pasrah, tidak menuntut, tidak mengeluh, mengerti dan diam saja.

Aku tidak berangan-angan lagi, karena aku terlalu takut bermimpi.
Aku menikmati sakit ini, hanya agar aku tidak lupa rasanya bahagia.
Aku mencintai kesepian ini dan belajar berbincang dengan diri sendiri.

Hingga nanti, ketika takdir itu menghampiri, aku menyambutnya dengan segala kebaikan, dg segala keindahan, dengan segala keanggunan layaknya daun-daun yang jatuh dari ranting.

Sunday, July 20, 2014

Ya Aku...

Ya...aku akan begini saja. Menerimamu apa adanya, mempercayaimu sepenuhnya, menyayangimu seutuhnya.
Ya...aku takkan kemana-mana, tetap disini saja, menetap pada satu hati seorang pria.
Ya...aku memang dipandang sebelah mata, oleh semua orang yang tidak percaya, bahwa aku akan membuat kita menjadi nyata.
Ya...anggap saja aku gila, bermimpi tentang kita yang berbeda, menyatu dalam sebuah cerita, dan membuktikan pada mereka, jika kita bukanlah kemustahilan belaka.
Percaya...percayalah pada kekuatan cinta kita. Kita tidak akan kalah, jika kita menjaganya.

Sunday, July 6, 2014

Happy July 4th!!!

Happy birthday adikku sayang, Selamat bertambah umur, semoga banyak hal baik mengiringi bertambahnya usia kamu.
Maaf kakak gak bisa ngasih kamu kado...maaf ya dek.
Nanti klo kakak ada kesempatan, ada rejeki yg banyak, kakak mau kasih kamu kado yang gede ya. <3
Sekarang kakak cukup bahagia ngeliat kamu udah segede ini, tumbuh seperti ini.
Tetep jadi kebanggaannya keluarga y sayang.

:*

Wednesday, May 7, 2014

Pukul satu

Ini malam. Malam ini. Pukul 1 lebih enam menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014.
Terpikir oleh ku sesuatu. Yang mungkin tak ada yang memikirkan hal ini selain aku. Lagi lagi sendiri. Lagi lagi sepi.
Tak apa. Aku mulai bersahabat dengan sunyi. Ak mulai bercengkrama dengan diri sendiri. Cukup menyenangkan ternyata.

"kadang kita terlalu lelah untuk bertahan, namun terlalu cinta untuk melepaskan...."

Sudahlah. Jika berakhir maka berakhirlah ia. Tak ada satupun peristiwa yang tidak memberikan pelajaran. Jika itu mendewasakan kita, maka artinya kita telah berhasil belajar.

Dia yang disana. Yang sedang berlari dipikiran. Mungkin tak pernah menyadari. Tapi aku menyebut namanya dalam setiap lantunan doa.

Malam ini. Pukul satu lebih sembilan belas menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014. Dalam pikiran dan lamunan tentang dia.

Selamat malam :)

Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...