Wednesday, September 12, 2018

Romansa

29 April 2013.
Dia datang kedalam hidupku.
Sebagai atasanku.
Begitulah takdir mempertemukan kami.
Jika menceritakan sosoknya, kesan pertama adalah dia adalah orang yang sangat berwibawa. Style orang Batak sangat melekat dalam cara berbicaranya. Seiring berjalannya waktu, aku mengenalnya sebagai atasan yang sangat kharismatik, bertanggung jawab, sangat melindungi semua anggotanya, dan juga supel. Sifat sifat nya tersebut mampu menumbuhkan rasa kagum ku padanya. Awalnya, aku menganggap hal itu biasa, karena teman2ku yang lain juga mengakui bahwa dia atasan yang sangat baik dan berbeda dengan atasan lain yang pernah kami temui sebelumnya. Sebulan, dua bulan, kami saling mengenal. Hubungan kami tidak lebih dari hubungan profesional dalam pekerjaan. Tapi semakin aku mengenal dia, aku semakin menyadari kalau dia adalah orang yang sangat menarik.

Dibulan ke 4, libur lebaran tahun 2013, kami dan beberapa teman yang lain berkesempatan untuk liburan ke sebuah pulau indah di daerah Kalimantan Timur. Dari perjalanan ini kami pun semakin dekat, dan aku merasakan bahwa ada klik dan kecocokan antara kami berdua diluar pekerjaan. Aku nyaman bersama dia, komunikasi kami "nyambung" dan banyak hal yang membuat perasaan lain muncul. Aku mulai menyukai sosok nya.
Waktu itu aku mengabaikan perasaan ini, karena toh dia atasanku. Tak pernah muncul dipikiran ku untuk memiliki hubungan spesial dengan atasanku. "Toh aku ini siapa?" "Mana mungkin kan? Ini bukan cerita sinetron". Pertanyaan pertanyaan inilah yang aku tanyakan pada diriku sendiri untuk menghentikan perasaan itu tumbuh subur.
Sepulang dari liburan itu, kami kembali melanjutkan aktivitas kami dikantor seperti biasa. Sehari sebelum aku berangkat cuti, aku lembur dan dia seperti sengaja tidak pulang untuk menemani aku lembur dikantor. Ketika aku ijin pulang, dia menawarkan untuk mengantarkanku ke kosan. Malam itu aku diantar pulang naik motor. Aku merasa itu adalah perjalanan pulang paling menyenangkan dalam hidupku.
Sepulang dari aku cuti, kami lebih intens lagi berkomunikasi. Dia menceritakan apa saja yang terjadi dikantor selama aku cuti. Semakin intens kami berkomunikasi, semakin sering kami berinteraksi, semakin banyak waktu kami habiskan bersama.

Hingga pada tanggal 29 Agustus 2013, dia ungkapkan perasaannya padaku. "Aku sayang kamu Yana" itu kata katanya yang kuingat. Entahlah, saat itu aku senang sekaligus bingung. Aku senang karena kenyataannya dia memiliki perasaan yang sama denganku, aku bingung karena 2 minggu setelah itu aku resign dan kami harus menjalani LDR. Yaaa LDR, sesuatu yang sebenarnya aku takut jalani. Hubungan yang benar benar mengandalkan kepercayaan dan komunikasi dengan harus menahan rindu. Waktu itu, aku sungguh tidak bisa membayangkan. Tapi dia bisa meyakinkan aku bahwa dia serius untuk menjalin hubungan denganku.

Yaa hubungan itu bertahan hingga kini. Setelah 5 tahun menjalani ini dengannya, perasaan kami semakin kuat, kami tetap saling menyayangi. Segala hal yang sudah kami lewati sampai detik ini sungguh bukan perjalanan yang mudah jujur saja. Banyak sekali ujian yang seringkali memunculkan perasaan ingin menyerah saja. Tapi pada akhirnya kami tidak pernah mundur, kami bertahan.

Malam ini, 12 September 2018 dini hari, apakah ia tau bahwa aku merindukannya sebegitu dalam
Hingga malam ini terasa begitu panjang
Mengingat semua hal yang sudah kami lewati, yang sudah kami perjuangkan.
Saat ini, aku sungguh ingin bertemu dengannya, untuk saling menguatkan, untuk sekedar memeluk hangat tubuhnya.
Yaaa rindu ini datang lagi.

Tuesday, September 11, 2018

Doa

Lewat doa kukirimkan rindu..
Untukmu.

Tuhan, izinkan aku bersamanya
Menemaninya, melewati semua hal..
Izinkan aku berada disisinya
Menguatkannya, dalam setiap kesulitan
Izinkan aku mendampinginya
Menjemput bahagia kami berdua

Sudah lama kami mendamba disatukan
Aku percaya, semua mungkin bagiMu Tuhan..

Jakarta, 11-09-2018

Sunday, November 22, 2015

Jarum di Jam Dinding

Menggilaimu..
Dalam dimensi ruang yang berbeda
Mencintaimu..
Dengan segenap rasa dalam jiwa
Merindukanmu..
Selayaknya kagumku pada semburat senja

Panjang dan terbentang..
Jalan menuju bahtera
Hanya saja kita menetap dan tidak berpindah..
Kita yang tidak pernah memutar arah
Meski jalan yang kita lalui tidak mudah

Lewat hujan kutitipkan nada rinduku
Berharap kelak mengalir kehatimu
Lewat gemuruh kunyanyikan sebuah lagu
Lagu cinta milik kita berdua..

Kelak kau akan tau
Bahwa jarum detik di jam dinding
Pernah mengajakku berbincang dan berkata..
"Meski terkadang terabaikan, aku tak akan pernah berjalan mundur"

Kasih, yakinlah...bahwa sesungguhnya akupun juga begitu
Seperti jarum detik di jam dinding 🕑🕘

Saturday, February 14, 2015

Kita

Selalu ada harapan. Yakinlah.
Apa yang terjadipun, adalah keputusanNya. Tidak ada yang salah. Jangan menyalahkan dunia yang belum bisa menerima. Percayalah, pertemuan kita adalah hal terbaik yang masih dan akan tetap aku syukuri.

Sunday, January 4, 2015

Jodoh

Aku baru saja sadar,..yaa begitulah jodoh itu berlaku.
Tidak perlu dipaksakan, tidak perlu dikejar, tidak perlu ngoyo. Jodoh akan datang entah dari mana.
Entah org yg baru saja kamu kenal, atau org yang selama ini kamu anggap teman.
Jika pasanganmu benar2 menyayangimu, ia akan segera melamarmu. Tidak perlu kamu minta, tidak perlu kamu paksa.
Apa yang saya lihat kemarin...benar benar membuat saya banyak berpikir hari ini.
Saya melihat kuasa Tuhan, pemilik hati setiap manusia. Dia sudah mengatur jodoh kita, bahkan sebelum kita dilahirkan kedunia.

Tuhan, semua yang terjadi padaku adalah kehendakMu. Engkau yang tahu persis bagaimana isi hati ku. Buatlah aku selalu khusnudzan kepadaMu..lapangkan hatiku, ikhlaskanlah aku, kuatkan hati dan imanku, buatlah aku menjadi lebih sabar.

Tuhan, aku percaya semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jika itu terasa sakit, itu semata2 agar aku bisa mengambil hikmah dan semakin dekat denganMu. Aku hanya menunggu giliranku, waktu yang tepat menurutMu.

Sunday, December 14, 2014

The best links I've ever found





"I wouldn’t want to have any other lover because our bond is irreplaceable. I need you like a heart needs a beat." — Anonym

Friday, December 5, 2014

Satu Malam Panjang

Di akhir percakapan dua jam malam ini:

Dia   : "Hayooo...mana semangat yang dulu sering aku lihat. Yana yang aku kenal tidak pernah putus asa, selalu punya semangat...ya kan? Love you sayang."

Aku : "Love you", sambil sesenggukan.

D    : "Miracle nya mana?"

A    : ... (masih sesenggukan)

D    : "Kita itu Light of Miracle kan?? Miracle seperti yang sering kamu sebutkan. Nurul dan Marvell, Cahaya dan Keajaiban. Sayang tau ga, M dan N itu ada di tengah tengah alphabet lho. Abjad ke 13 dan ke 14", kemudian terdengar suara dia tertawa kecil yang kemudian membuat aku merindukan senyumannya. Senyuman yang menenangkan itu. "Love You Nurul".

A    : "Love You.... Marvell", aku menjawab sambil masih sesenggukan.

D    : "Yaudah, sayang istirahat ya. Tidur yang nyenyak. Jangan lupa cuci muka, gak boleh langsung tidur kalau habis nangis. Good night sayang"

A    : " Good night"

D    : "Bye..."

A    : "Bye".

Jam dinding menunjukkan pukul 10 pm. Aku yang tidak bisa menghentikan air mata kemudian semakin merindukan dia yang diseberang lautan, seberang pulau sana. Rindu serindu rindu nya orang yang sedang merindu. Ya,. percakapan malam ini cukup berat. Dua jam yang mungkin tidak terlalu menyenangkan. Tapi aku semakin merindukan sosok nya.
Kuputuskan untuk mendengarkan lagu lagu yang pernah dikirimkannya untukku. Membuat ku kembali ke masa masa itu. Mengingat semua yang telah kami lalui berdua, walau tak banyak waktu yang kami lalui bersama. Membuatku sadar bahwa dia benar menyayangiku.

Hingga aku terhenti pada satu lagu yang ia kirim tanggal 24 September 2013. Lagu yang kemudian aku dengarkan berulang ulang. Lagu yang dulu selalu ia dengarkan kepadaku sebelum aku tidur. Lagu yang pernah ia mainkan dengan gitar kebanggannya. Lagu yang membuat malam ini terasa sangat panjang. Lagu yang membuat aku terjaga hingga pukul 2 pagi. Lagu yang dulu terdengar indah sekali, namun malam ini terdengar jauh lebih indah hingga membuat aku teringat akan semua kebaikan kebaikannya. Lagu yang sepanjang malam tetap membuatku meneteskan air mata, merindukannya semakin dalam.

Kudengarkan alunan musik itu dengan volume seadanya, takut mengganggu waktu istirahat yang lainnya. Sayup sayup kudengarkan liriknya. Sayup sayup kurasakan perihnya merindu.


Sebuah lagu dari Don McLean "And I Love You So"

Am I a Monster?

After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...