Sunday, December 14, 2014
The best links I've ever found
Friday, December 5, 2014
Satu Malam Panjang
Dia : "Hayooo...mana semangat yang dulu sering aku lihat. Yana yang aku kenal tidak pernah putus asa, selalu punya semangat...ya kan? Love you sayang."
Aku : "Love you", sambil sesenggukan.
D : "Miracle nya mana?"
A : ... (masih sesenggukan)
D : "Kita itu Light of Miracle kan?? Miracle seperti yang sering kamu sebutkan. Nurul dan Marvell, Cahaya dan Keajaiban. Sayang tau ga, M dan N itu ada di tengah tengah alphabet lho. Abjad ke 13 dan ke 14", kemudian terdengar suara dia tertawa kecil yang kemudian membuat aku merindukan senyumannya. Senyuman yang menenangkan itu. "Love You Nurul".
A : "Love You.... Marvell", aku menjawab sambil masih sesenggukan.
D : "Yaudah, sayang istirahat ya. Tidur yang nyenyak. Jangan lupa cuci muka, gak boleh langsung tidur kalau habis nangis. Good night sayang"
A : " Good night"
D : "Bye..."
A : "Bye".
Jam dinding menunjukkan pukul 10 pm. Aku yang tidak bisa menghentikan air mata kemudian semakin merindukan dia yang diseberang lautan, seberang pulau sana. Rindu serindu rindu nya orang yang sedang merindu. Ya,. percakapan malam ini cukup berat. Dua jam yang mungkin tidak terlalu menyenangkan. Tapi aku semakin merindukan sosok nya.
Kuputuskan untuk mendengarkan lagu lagu yang pernah dikirimkannya untukku. Membuat ku kembali ke masa masa itu. Mengingat semua yang telah kami lalui berdua, walau tak banyak waktu yang kami lalui bersama. Membuatku sadar bahwa dia benar menyayangiku.
Hingga aku terhenti pada satu lagu yang ia kirim tanggal 24 September 2013. Lagu yang kemudian aku dengarkan berulang ulang. Lagu yang dulu selalu ia dengarkan kepadaku sebelum aku tidur. Lagu yang pernah ia mainkan dengan gitar kebanggannya. Lagu yang membuat malam ini terasa sangat panjang. Lagu yang membuat aku terjaga hingga pukul 2 pagi. Lagu yang dulu terdengar indah sekali, namun malam ini terdengar jauh lebih indah hingga membuat aku teringat akan semua kebaikan kebaikannya. Lagu yang sepanjang malam tetap membuatku meneteskan air mata, merindukannya semakin dalam.
Kudengarkan alunan musik itu dengan volume seadanya, takut mengganggu waktu istirahat yang lainnya. Sayup sayup kudengarkan liriknya. Sayup sayup kurasakan perihnya merindu.
Sebuah lagu dari Don McLean "And I Love You So"
Wednesday, November 12, 2014
Most....
Aku tidak pernah peduli atas kebencian yang dihadirkan oleh orang orang yang tidak mengenal aku...
Ak juga tidak pernah peduli atas penilaian buruk dari orang orang yang tidak menginginkan aku bahagia...
Semua perasaan perasaan yang bermuara pada kebencian...sungguh aku tidak pernah peduli...bagaimanapun cara mereka memojokkan aku...
Yang selalu aku syukuri adalah adanya kalian didunia ini..ditakdirkan Tuhan menjadi bagian indah dalam hidupku...yang sangat mengenal aku sangat lama, sangat dalam, tanpa pernah sekalipun berbalik menghujamku...
Orang tua, kakak, adik, kekasih, sahabat, teman yang tidak pernah berubah...
Kalian kekuatan yang membuat aku yakin bahwa aku adalah orang paling beruntung didunia..
Yang membuatku lupa bahwa disana ada segelintir orang yang tidak ingin melihatku bahagia...
Sungguh, rasa syukur ini tiada terbatas...
Kalian akan selalu di hati ini...kalian adalah my number one, my best, my everything, my priority...
Aku suka pelukan kalian menenangkan aku saat ak merasa bahwa dunia menghentikan langkahku...
Ak suka saat kalian mendengar semua cerita ku, menghapus air mataku, menggenggam tanganku erat, kemudian berkata "tidak apa apa, hidupmu akan tetap baik baik saja"...
Monday, October 6, 2014
Terima Saja...
Hanya repost dari status seorang teman...
"Terima saja bahwa sebelum kamu, dia yang kamu cinta pernah mempertahankan dia yang lain hingga mati-matian.
Terima saja bahwa tubuh yang kamu peluk hingga tak ingin kamu lepaskan, pernah memeluk orang lain hingga tdk ingin di pisahkan.
Terima saja bahwa sebelum kita, pernah ada seseorang lain yang begitu penting.
Tapi..terima juga perjuangannya, bagaimana dia menjadikan kamu satu-satunya, yang bukan pertama tapi menjadi tempat pemberhentian terakhir, hingga tdk ada tempat lain. Kamu yg terakhir, kamu yg satu-satunya"
Thursday, October 2, 2014
Untitled
Ya...serindu itu aku dengan hadirnya dirimu.
Aku sakit dan aku diam saja..
Dan aku tak pernah tau kenapa dunia masih saja menghempaskanku dengan keras..
Sesak rasanya, ketika kamu ingin sekali menangis tapi kamu menahannya hanya untuk menunjukkan kalau kamu kuat..
Untuk apa semunafik ini??
Aku..sedari dulu sampai kapanpun tetap orang yang sama...
Kecil dan lemah...tak punya kuasa apapun untuk menantang dunia...
Dan orang orang yang selalu ingin menyakiti...
Diam...nikmati sakit ini...dan tersenyum...
Thursday, September 11, 2014
RAN "Dekat Di Hati"
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi
Tawa candamu menghibur saat ku sendiri
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang ku bawa
Kemanapun ku pergi oh oh oh
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati Dekat di hati, dekat di hati
Monday, August 4, 2014
Daun yang jatuh dari ranting
Aku tidak menunggu apapun, kecuali takdir ku sendiri...
Aku tidak berharap pada siapapun, kecuali keyakinan ini
Aku tersadar kemudian menyimpulkan, kalau ini adalah titik itu.
Titik dimana aku hanya harus pasrah, tidak menuntut, tidak mengeluh, mengerti dan diam saja.
Aku tidak berangan-angan lagi, karena aku terlalu takut bermimpi.
Aku menikmati sakit ini, hanya agar aku tidak lupa rasanya bahagia.
Aku mencintai kesepian ini dan belajar berbincang dengan diri sendiri.
Hingga nanti, ketika takdir itu menghampiri, aku menyambutnya dengan segala kebaikan, dg segala keindahan, dengan segala keanggunan layaknya daun-daun yang jatuh dari ranting.
Sunday, July 20, 2014
Ya Aku...
Ya...aku akan begini saja. Menerimamu apa adanya, mempercayaimu sepenuhnya, menyayangimu seutuhnya.
Ya...aku takkan kemana-mana, tetap disini saja, menetap pada satu hati seorang pria.
Ya...aku memang dipandang sebelah mata, oleh semua orang yang tidak percaya, bahwa aku akan membuat kita menjadi nyata.
Ya...anggap saja aku gila, bermimpi tentang kita yang berbeda, menyatu dalam sebuah cerita, dan membuktikan pada mereka, jika kita bukanlah kemustahilan belaka.
Percaya...percayalah pada kekuatan cinta kita. Kita tidak akan kalah, jika kita menjaganya.
Sunday, July 6, 2014
Happy July 4th!!!
Happy birthday adikku sayang, Selamat bertambah umur, semoga banyak hal baik mengiringi bertambahnya usia kamu.
Maaf kakak gak bisa ngasih kamu kado...maaf ya dek.
Nanti klo kakak ada kesempatan, ada rejeki yg banyak, kakak mau kasih kamu kado yang gede ya. <3
Sekarang kakak cukup bahagia ngeliat kamu udah segede ini, tumbuh seperti ini.
Tetep jadi kebanggaannya keluarga y sayang.
:*
Wednesday, May 7, 2014
Pukul satu
Ini malam. Malam ini. Pukul 1 lebih enam menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014.
Terpikir oleh ku sesuatu. Yang mungkin tak ada yang memikirkan hal ini selain aku. Lagi lagi sendiri. Lagi lagi sepi.
Tak apa. Aku mulai bersahabat dengan sunyi. Ak mulai bercengkrama dengan diri sendiri. Cukup menyenangkan ternyata.
"kadang kita terlalu lelah untuk bertahan, namun terlalu cinta untuk melepaskan...."
Sudahlah. Jika berakhir maka berakhirlah ia. Tak ada satupun peristiwa yang tidak memberikan pelajaran. Jika itu mendewasakan kita, maka artinya kita telah berhasil belajar.
Dia yang disana. Yang sedang berlari dipikiran. Mungkin tak pernah menyadari. Tapi aku menyebut namanya dalam setiap lantunan doa.
Malam ini. Pukul satu lebih sembilan belas menit. Tanggal 7 bulan Mei Tahun 2014. Dalam pikiran dan lamunan tentang dia.
Selamat malam :)
Friday, April 11, 2014
Ini hanyalah jumat biasa dengan pertanyaan biasa yang mungkin tak akan pernah terjawab. Diam.
Jika ketakutan itu terus saja mencekik lehermu...lalu siapa dan untuk apa kah diriku??? Kenapa kau dulu bersyukur bisa memulainya dengan ku...Dan sekarang mulai menyesalinya serta menginginkan kepergianku??
Ya...mungkin karena Aku bukan lah siapa2.. Mungkin.
Karena Aku memang tak pernah tau apa-apa. Tentang kamu dan apa yang ada dalam pikiranmu.
Wednesday, April 2, 2014
Sayap Sayap Rapuh
Aku dulunya hanyalah wanita biasa yang bahagia dengan hidupnya, meski pada kenyataannya banyak kepahitan yang mesti ditelan.
Sampai pada suatu saat, kamu datang memberikan dua kepak sayap. Tampak tangguh, hebat, kuat, lebar, anggun. Sayap yang mungkin akan membuat banyak wanita-wanita lain merasa iri.
Awalnya itu hanyalah sayap sayap yang indah. Hingga pada suatu waktu, kukepakkan sayap itu. Membuat aku terbang tinggi.. semakin tinggi.. Dan semakin tinggi. Aku bisa melihat keindahan dunia, keelokan bumi, keanggunan cinta. Kita terbang berdua, bersama dan aku terhanyut dengan itu semua. Hingga tanpa aku sadari, kamu mengepakkan sayapmu tidak bersamaku lagi. Aku berusaha mencarimu, tapi yang terlihat hanya bayangmu. Tanpa aku pernah bisa menemukan kamu lagi.
Kuteruskan mengepakkan sayap sayap yang kau beri ini, karena aku tak pernah tau caranya turun kembali. Pilihannya hanyalah tetap terbang sendiri atau turun terjun kemudian mati. Dan aku memilih untuk tetap terbang sendiri sambil belajar bagaimana caranya kembali.
Sedikit demi sedikit mulai kulepaskan sayap-sayap ini, hingga aku akhirnya terbang rendah, semakin rendah dan semakin rendah. Hingga saatnya nanti aku mendarat dan berpijak dengan tanah di bumi, aku tetap hidup dan terlepas dari sayap-sayap yang membelenggu ini. Yaaa..mimpi dan janji yang pernah kau beri ini. Semu.
Friday, February 28, 2014
Wish
Pertemukan kami di kehidupan abadi nanti ya Tuhan. Mama, Papa, Yana, Yani, Yoga. Amin.
*hardwish*
Friday, February 21, 2014
Forgiveness
Maafin diri sendiri itu sepertinya lebih susah dibandingin maafin orang lain ya???
Saya sedang amat sangat ngrasain itu...
Saya tau dan sangat menyadari saya sudah melakukan kesalahan. Dan sekarang yang terpikirkan adalah "seharusnya dulu saya begini.." "seharusnya saya dulu begitu.." dan beribu2 pertanyaan ttg "bagaimana seandainya".
Tapi saat ini saya bisa apa? Saya tak punya alat mesin waktu, saya tak punya pintu doraemon dan benda-benda lainnya yang bisa mengulang waktu, kembali ke masa saya belum melakukan kesalahan.
Yang bisa saya lakukan sekarang hanya berhenti. Berhenti menyesali, berhenti menginginkan untuk mengulang waktu, berhenti menyalahkan. Berhenti menyalahkan org lain dan juga berhenti menyalahkan saya sendiri.
Manusia itu hakikatnya gak luput dari yang namanya kesalahan. Memang, setuju deh dengan pernyataan tersebut.
Tapi apakah kesalahan itu lantas membuat kamu berhenti? Seharusnya tidak.
Kamu masih punya pilihan untuk terus melanjutkan hidup kamu, dan lakukan yang terbaik. Belajar dan tumbuh dewasa lah dari kesalahan mu itu. Jangan pernah untuk masuk ke lubang kesalahan yang sama.
Berdamailah dengan dirimu sendiri. Lihatlah, ia amat memohon maaf darimu. Jangan menghukum masa depanmu dengan masa lalumu. Jangan berhenti disana, dan teruslah mencari kebahagiaan itu didepan sana.
Yayaya..semoga bisa..semoga bisa..semoga bisa...
Wednesday, February 19, 2014
Love you
Dua orang ini, dua orang yang sangat saya cintai melebihi hidup saya. Dua orang yang sampai sekarang belum bisa saya bahagiakan. Mama dan Papa. Keriput dikulitnya, kelelahan dimatanya, beban yang mungkin dipikulnya tertutupi oleh keikhlasan, kesabaran, doa serta tekad untuk mendampingi & membesarkan anak-anaknya dengan baik supaya menjadi lebih sukses dalam hal apapun didunia ini dan diakhirat nanti.
Mungkin wajah kami jarang bertatapan langsung. Kita jarang bersentuhan langsung. Tapi apapun yang mereka katakan, yang mereka lakukan, terasa dihati ini.
Mama dan papa, adalah orang yang paling sensitif kalau sudah denger kabar tentang anak-anaknya. Terlebih jika itu kabar yang kurang mengenakkan. Bagaimanapun caranya, mereka maju membantu dan mendampingi untuk menyelesaikan apapun masalah yang dihadapi anak-anaknya. Dan sebaliknya, jika mereka punya masalah, mereka tak ingin masalah mereka itu menjadi beban buat anak-anaknya.
Apapun yang anak-anaknya butuhkan, selalu berusaha untuk mereka penuhi, walau mungkin terkadang sulit bagi mereka. Tapi mereka lakukan yang terbaik untuk keluarganya.
Mereka hebat, mereka kuat, mereka adalah panutan saya.
Mama, ibu rumah tangga biasa, yang amat sangat mencintai keluarganya. Tak pernah sekalipun mengeluh lelah meski pekerjaannya tanpa gaji, day-off, overtime, bonus atau apapun penghargaan berupa materi. Tak se rupiah pun. Cinta dihatinya yang menggerakkan dia merawat dan menjaga keluarganya dari gangguan manapun.
Pernah dulu waktu SD, saat seorang guru memarahi saya tanpa alasan, dan membuat saya pulang sambil menangis terisak-isak. Keesokannya mama mendatangi guru itu disekolah, dan berargumen hebat dengan guru tersebut yang akhirnya guru itu meminta maaf kepada mama. She's a superhero, rite?? At least for me, she's absolutely a wonder woman.
Dan masih banyak lagi hal yang terjadi selama ini yang membuat saya menjadi penggemar nomor 1 nya. Seorang yang tidak munafik, tidak membenci dan sangat terbuka dengan keluarganya.
Papa, tulang punggung keluarga ini yang bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Orang paling sabar yang pernah saya kenal. Sangat bijaksana dan sangat berwibawa. Meski sudah pensiun, beliau tetap harus bekerja agar keluarganya tetap bisa makan. Papa hanya seorang karyawan biasa disebuah perusahaan di Kalimantan sana. Gaji yang tidak besar dan hidup dengan fasilitas seadanya disana, tapi insyaAllah selalu bersyukur atas apa yang kami punya.
Sangat ingin rasanya agar mereka dapat menikmati hari tua mereka dirumah, berkumpul bersama, tanpa beban lagi, tanpa harus memikirkan kami lagi, anak-anaknya ini. Karena mereka sudah melakukan itu lebih dari separuh usia mereka.
Tapi saya sampai sekarang belum bisa bikin mereka bahagia dan masih jadi beban pikiran mereka.
Jika ada penghargaan tertinggi didunia ini, maka penghargaan itu akan saya berikan pada Orang Tua saya.
Love you more than my life, Mama n Papa.
Regards,
Yana, Yani, Yoga
Kiss-Hug <3
Tuesday, February 18, 2014
#ceritapagi
Karena jika seandainya disana aku memperhatikan sekitar ku dengan baik, mungkin sekarang jalan ceritanya udah beda.
Aku terlalu sombong...aku terlalu percaya diri. Menganggap semuanya sudah dibawah kendaliku.
Yang sesungguhnya terjadi sebenarnya adalah aku dikendalikan oleh ego. Ego yang memuncak, mengabaikan kebaikan-kebaikan yang tersirat.
Tapi penyesalan itu terjadi sekarang. Dan tau kapan datang nya penyesalan???Ya..karena sekarang aku sudah berada diujung cerita tragis. Cerita menyesakkan. Sampai dada ini ingin meledak.
Tak apa...ini hidup. Sakit adalah salah satu yang wajib dirasakan bukan??? Karena aku bukan batu. Karena aku bukan robot. Didalam sini ada hati yang merasa.
Dan sekarang pilihannya adalah aku harus tetap menjalani hidup. Sepahit apapun itu. Menggantungkan semuanya pada Allah Tuhan YME. Mempercayakan apapun yang diberikanNya adalah yang terbaik. Berprasangka baik atas setiap keputusanNya.
Tak harus mengulang. Tak harus menyesal. Yang penting adalah menyadari, dan mencoba memperbaiki semuanya.
Sunday, January 26, 2014
Simponi 11 Januari
Aku ingin terus berlayar..
Tapi aku tersisihkan oleh ombak besar yang kau sebabkan...
Aku sudah lama mencoba bertahan dengan ombak itu,.
Mencoba bersahabat baik dengan sakit yang ia sebabkan..
Terhempas-hempas, Timbul-tenggelam, bahkan tertabrak batu karang..
Aku pernah bertahan, percayalah...
Sekarang aku disini, ditepian, menatapmu...
Mungkin aku menangis, tapi aku sudah berusaha..
Disini...aku mungkin merasa kalah...dikalahkan ego...
Tapi aku mensyukuri semuanya..bertemu denganmu dan semua hal...
Karena kita mesti belajar, kita terus berjalan, dan kita tidak mengulang kesalahan yang sama.
Sekarang waktunya aku...
Mengenangmu dalam kebaikan,
Mengenangmu di hatiku,
Mengenangmu saat kesendirianku..
Duhai kekasih,
Aku sangat ingin mendekapmu kali ini,
Menghapuskan kepedihan yang mengiris hatimu,
Walau aku tau,
Satu-satunya yang menyakitimu kali ini adalah aku
Saturday, January 25, 2014
Jatuh Cinta Itu Biasa Aja
Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji
Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja
Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi
Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap
By: Efek Rumah Kaca
Friday, January 24, 2014
U are MINe :)
Everytime I look at the keyboard, I see that U and I are always together.
As well as M & N.
:)
Thursday, January 23, 2014
Me and My Twins
Yakk..melanjutkan ke-absurd-an gue hari ini,..dan diwaktu yang bersamaan gue nemu poto diatas, gue mutusin buat posting foto childhood gue buat ngilangin ke-bete-an gue yang teramat sangat.
Nah, diliat dari hasil jepretennya bisa disimpulkan klo itu poto-poto diambil sekitar tahun 1989 ato 1990 an. Gue emang lahir tanggal 29 Oktober 1988, barengan sama kembaran gue. Dan bisa diliat dari poto diatas, klo gue ama kembaran gue itu bukan kembar identik. Bedaaaaaa banget... :D Tiap temen-temen gue yang baru gue kenalin ama kembaran gue pasti tanggepannya gini:
"Hahh...serius lu kembar???" or "Ah masa ni kembaran lo?" ato "Beda yaa?" atau yang lebih parah gini, "Lu anak pungutt kaliii.." -____-"
Tapi semuanya akhirnya bakal percaya kalo gue emang kembar, setelah gue berhasil ngejambak mereka satu-satu. Terakhir tiap gue kenalin kembaran gue ama temen-temen gue, akhirnya mereka cuma diem aja tanpa tanggapan apa-apa. Hening. :D
Sekarang gue mo kenalin satu-satu yang ada di poto itu yah...
Pertama, yang cowok itu bapak gue. Trus yang pake baju merah ama celana pendek itu emak gue. Mbak-mbak yang pake celana panjang itu gue gak tau itu sapa :D . Dua anak kecil mungil-mungil nan lucu dan pipinya sangat "cubitable" itu adalah gue ama kembaran gue. Mau tau gue yang mana? gue yang lg minta gandeng sama bapak gue dengan muka minta dikasihanin itu. Hahahhahaaa...
Gimana...gimana???sudah cukup mengenal gue???
Gak ya???hahhahaa....
Yaaaa...tak apa sih....karena sebentar lagi gue bakal share lagi poto gue ama kembaran gue yang lain ya....
Hehehheee...agak maksa ini critanya.. :D
1. For "manyuuuunnn... :*"
2. For "sok kecantikan"
Dengan diposting nya foto sok kecantikan gue itu, maka berakhir juga postingan absurd gue hari ini.
Bubyeeee.... :D
Agak "Absurd"
Wednesday, January 22, 2014
MERINDUMU
Merengkuh dirimu dalam anganku
Melawan keheningan, sunyi dan senyap
Tanpa suara
Dan ku hanya mendekap udara
Hangat itu..
Yang biasanya bergulat disekitarku
Seperti menguap, menghilangkan jejaknya
Menyisakan ruang rindu yang semakin menyesakkan
Semakin menyakitkan
Kosong, kosong, kosong
Kubisikkan pada angin malam ini, namamu
Berharap membelai lembut wajahku, jemarimu
Memandang dalam mataku, wahai bola mata teduh
Menyeringai lebar, senyuman itu
Kamu...yang menguatkan, menghangatkan, menaklukkan, menenangkan
Tidakkah kau rasa dinginku malam ini?
Menginginkanmu teramat sangat
Melebihi apa yang dikata logika
Melebihi apa yang sudah tercitra
Kamu..kesayangan, keajaiban, penyempurna, pencuri hati
Tetaplah mencintaiku seperti ini
Kita akan terbang tinggi, memetik mimpi
Berdua
Sampai suatu hari, salah satu dari kita mati
Am I a Monster?
After years, akhirnya nulis lagi di blog. Kalau diibaratkan buku, kayaknya udah usang dan berdebu. Hari ini, pagi 30 Oktober 2022. Dalam kep...
-
Pertemukan kami di kehidupan abadi nanti ya Tuhan. Mama, Papa, Yana, Yani, Yoga. Amin. *hardwish*
-
Dua Puluh Sembilan itu Aku.. Dua Puluh Sembilan itu Kamu... Dua Puluh Sembilan itu Kita.... <3
-
Dering telfonku membuatku tersenyum di pagi hari Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sin...












